Pengalaman PDW berkarya di luar negeri

2282 Views |  1

Pertumbuhan kota-kota besar di Indonesia membuka peluang untuk arsitek-arsitek mancanegara berkarya di Indonesia. Hasil rancangan arsitek-arsitek internasional tersebut tersebar di seluruh Indonesia, paling banyak mungkin di Jakarta dan Bali, selain kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Medan dan Surabaya.

Pada suatu kesempatan, kira-kira dua tahun yang lalu, Pak Ciputra pernah menjawab pertanyaan, kenapa tidak memberikan kesempatan pada arsitek Indonesia untuk berkarya dalam proyek-proyek pak Ciputra. Jawaban pak Ciputra: arsitek Indonesia harus belajar dulu dari arsitek asing. Untuk proyek rumah tinggal, pak Ciputra sudah percaya dengan arsitek Indonesia, namun belum untuk proyek skala besar (komersial dan bangunan tinggi).

PDW sebagai konsultan Indonesia, didirikan oleh prof. M. Danisworo, bersama dengan 2 partnernya; penulis dan Chico Danisworo, memiliki pengalaman bekerja di konsultan-konsultan luar negeri, Singapura, Australia dan Amerika Serikat. PDW pada awalnya dipercaya untuk merancang master plan dan bangunan-bangunan di Indonesia. Dalam beberapa proyek, PDW bekerjasama dengan konsultan-konsultan asing yang berkarya di Indonesia.

Ahli Bank karya PDW

Berbekal hasil karya dan pengalaman pekerjaan-pekerjaan di Indonesia serta jejaring internasional, PDW diajak oleh rekanan, konsultan Singapura untuk ikut bekerjasama dalam proyek master plan di Dubai, UAE. Keberhasilan tersebut membawa PDW bertemu dengan salah satu pengembang lokal di Kerajaan Oman. PDW diundang untuk mengikuti kompetisi tertutup merancang bangunan mixed-use dan apartemen di Muscat. Pada kesempatan tersebut desain PDW terpilih diantara karya-karya arsitek regional (Timur Tengah dan Asia) untuk dibangun dan mendapatkan kontrak langsung dari Pemberi Tugas di Oman sebagai perusahaan Indonesia.

Proyek tersebut merupakan proyek pertama PDW dengan kontrak langsung ke developer di luar negeri. Seperti proyek-proyek di Indonesia, di Oman juga diperlukan architect of records, PDW sebagai arsitek utama. Proyek pertama tersebut membuka jejaring (network) di Muscat. Karya kami diakui dan dari karya tersebut PDW mendapatkan kesempatan-kesempatan untuk mengerjakan beberapa proyek yang lain, termasuk bekerjasama dengan architect of records mendukung mereka dari segi desain. Karya-karya PDW di luar Indonesia antara lain; master plan di Dubai, mixed-use (apartemen dan retail) di Muscat dan apartemen di Haiphong, Vietnam.

Selain desain, reputasi dalam melaksanakan pekerjaan harus dijaga, merupakan keharusan agar bisa mendapatkan pekerjaan-pekerjaan berikutnya.  Sudah banyak karya arsitek-arsitek Indonesia yang diakui di dunia, baik secara individu maupun dari beberapa perusahaan yang sudah bekerja di mancanegara. Arsitek-arsitek Indonesia sudah memiliki reputasi, sekarang saatnya arsitek-arsitek Indonesia juga dipercaya untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan besar di Indonesia yang sekarang masih banyak dikerjakan oleh arsitek-arsitek asing.

Tiyok Prasetyoadi
A managing Director, Architect, and Urban Designer at PDW Architects (Planning & Development Workshop). The firm is responsible for several urban design guidelines, master plan, public
and landmark projects in Indonesia. He has worked on several public improvement project in Jakarta, namely on pedestrian project, a
major upgrading pedestrian project from the government of Jakarta. Prior to working in Jakarta, he spent four years practicing in Sydney,
Australia. Prasetyoadi is a certified architect and planner,
he is corporate member of Planning Institute Australia, Indonesia Architects Institute and Singapore Institute of Architects. He is also core founder of Green Building Council of Indonesia. He is trained as an architect, graduated from Institute of Technology, Bandung in
1995. In 1998, he graduated from Master of Urban Development and Design program, The University of New South Wales, Sydney, Australia.