Memasyarakatkan Arsitektur

Ruang membentuk individu, individu membentuk masyarakat, dan masyarakat membentuk ruang. Seolah siklus, yang tak berujung dan tak bermula; seperti kisah telur dan ayam. Ruang dibentuk oleh individu-individu kemudian merupa individu-individu lain. Kita, manusia, dicipta oleh ruang, dan kita, manusia, mencipta ruang. Arsitektur bermula dari sebuah ruang.

Ruang adalah saya, kamu dan dia. Kita membentuk ruang, ruang berusaha menawarkan cara pandang kepada masyarakat yang nantinya akan kembali akan merupa diri kita sendiri. Ruang adalah kita. Ruang adalah keterkaitan, jaringan dan semangat kita – yang hidup dan dihidupkan oleh kontribusi kita. Ruang menawarkan kacamata dalam melihat arsitektur dan berusaha memasyarakatkannya.

Mari meresapi kreativitas tanpa batas.

 

Editor Ruang

Giri Narasoma Suhardi

Mendirikan Ruang bersama Ivan di tahun 2010. Alumni arsitektur ITB angkatan 2002 dan lulus dari Brunel University, London pada tahun 2012. Sebelumnya, sempat bekerja di salah satu biro konsultan arsitektur di Jakarta dan salah satu Bank Swasta Nasional.

Ivan Kurniawan Nasution

Mendirikan Ruang bersama Giri di tahun 2010. Setelah lulus dari arsitektur ITB, kemudian bekerja di Park+Associates Architect. Telah menyelesaikan riset di Berlage Institute Rotterdam pada tahun 2011. Saat ini menjadi research assistant di Centre for Sustainable Asian Cities, NUS.

Mochammad Yusni Aziz

Bergabung dengan Ruang sejak 2012. Alumnus dari double-degree bachelor program kerjasama antara ITS dan Saxion Hogeschool of Applied Sciences. Pada tahun 2013, menyelesaikan risetnya di Berlage Institute, Delft.

 

Kunjungi kami juga di:

https://www.facebook.com/ruangarsitektur

https://twitter.com/ruangarsitektur