JONG en DOM

1132 Views |  1

Komik merupakan media yang belum terlalu umum digunakan untuk menyampaikan pesan tentang isu-isu arsitektur dan kota. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa komik adalah media yang ramah untuk semua kalangan, baik tua maupun muda, karena pesannya yang dikemas secara ringan dan menghibur.

Seperti “JONG en DOM” karya Yohanes Khrisna dan Errik Irwan. Diterbitkan di tahun 2013, JONG en DOM lahir sebagai sebuah usulan strategi kepada BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) untuk mengedukasi berbagai kalangan mengenai lika-liku preservasi di Jawa Tengah. Penulis berusaha mengenalkan berbagai isu preservasi, seperti peranan Belanda untuk mengenalkan pentingnya preservasi, kearsipan benda cagar budaya; hingga pentingnya tukang batu lokal untuk rekonstruksi candi. Semuanya dikemas dengan runtut, santai dan bahkan terkadang konyol.

Selamat membaca komik arsitektur Indonesia, JONG en DOM.

Unduh komik Jong en Dom di sini.

Yohanes Khrisna
Yohanes Khrisna, 28 tahun, asal semarang, memiliki ketertarikan terhadap sejarah dan budaya terutama sejak di bangku arsitektur. Saat ini masih aktif sebagai salah satu penggiat kota lama Semarang bersama komunitas-komunitas penggiat lainnya.
Errik Irwan
Errik Irwan, pernah bersekolah arsitektur dan saat ini menyibukkan diri sebagai desainer lepas. Selebihnya silakan cari tahu melalui errikirwanwibowo@blogspot.com