300 Views |  Like

Call for Papers #8: Preservasi (ID)

Peradaban termaterialisasi menjadi kota, dan kota merupa sebuah peradaban. Eksistensi yang saling mempengaruhi keberlangsungan satu sama lain. Peradaban akan berkembang dan berevolusi, begitu pula lapisan kota yang akan tertumpuk oleh lapisan kota yang baru. Tumpang tindih mencipta sebuah narasi kota tentang penduduknya dan bagaimana cara mereka hidup. Namun, perubahan yang tiba-tiba dapat memutuskan keberlanjutan, menghentikan sebuah peradaban, tergantikan dan terlupakan. Juga kota dan arsitekturnya. Yang dilupakan, akan hilang tertelan arus pertumbuhan kota atau tergolek bisu di rak-rak museum. Yang dipertahankan, tertinggal menjadi monumen bersejarah yang terselip disela-sela lapisan peradaban yang baru. Walau keduanya dapat menjadi ingatan kolektif, tak jarang yang dipertahankan mendapat peran baru dalam cerita besar dari sebuah kota.

Preservasi mempertahankan bukti otentik dan estetika masa lampau. Preservasi membekukan saksi sejarah, misalnya, karya arsitektur bermuatan religius, sosiologis, kultural, dan politis, sebagai pelajaran bagi manusia kontemporer.

Mari berbicara tentang PRESERVASI.

Call for papers ruang #8: Preservasi, telah siap!

Silahkan unduh pdf-nya di sini.