Edisi 05|2011

899 Views |  Like

e-magazine arsitektur ruang hadir kembali dengan tema yang mendasar, yakni “Arsitektur”. Pada edisi 05|2011 kali ini, ruang mencoba mengumpulkan ide, gagasan, opini, dan manifestasi dari arsitektur saat ini.

Artikel “Arsitek, berkata dalam berkarya” menggambarkan mengenai fungsi kehadiran arsitektur. Artikel “Arsitektur Abad 21” mempresentasikan isu arsitektur terkini. Arsitek Yu Sing ikut berbagi pandangannya mengenai arsitektur pada karya integritas arsitektur. Artikel “Anda ingin jadi arsitek?” karya arsitek Dony Pasaribu memberi gambaran praktis mengenai hal-hal fundamental dalam berarsitektur. Ruang fotografi melengkapi perspektif terhadap arsitektur dari kacamata fotografer dan arsitek. Khairul Mahadi, Adriyan Kusuma, Fauzan Rahmat Purnomo dan Anastasia Widyaningsih berpartisipasi pada ruang fotografi. Dan masih banyak artikel lainnya yang bisa dinikmati dengan tampilan yang menarik dan bahasa yang familiar.

ruang 5 arsitektur

Selamat menikmati ruang melalui sharing media (scribdslideshareissuu) atau klik link berikut untuk mengunduhnya: e-magazine, atau dengan membaca artikel satu per satu pada web ini.

Yuk, mengenal arsitektur dengan membacaruang.
Salam ruang

admin
Ruang adalah sebuah majalah online bertema arsitektur, kota, dan lingkungan binaan, beserta segala permasalahannya. Kami tertarik dengan cara pandang yang beragam dalam melihat sebuah tema; karenanya, kami mengambil sebuah posisi yang objektif dengan memberikan kesempatan kepada setiap pandangan untuk menyuarakan argumennya. Tidak ada benar dan salah dalam berpendapat, yang ada hanya argumen yang lebih berdasar. Kami percaya bahwa konsensus bukanlah sebuah tujuan. Karenanya kami berupaya agar setiap edisi diwarnai oleh beragam kontributor: praktisi, akademisi, pengamat, penikmat, pengguna, patron maupun kritikus dari berbagai disiplin ilmu.

Ruang tidak mencari solusi terhadap sebuah permasalahan yang diangkat dalam setiap tema. Bagi kami, untuk saat ini merupa pertanyaan yang baik dan tepat lebih diperlukan daripada terburu-buru mengambil solusi. Maka, setiap edisi akan dibuka oleh sebuah pertanyaan berupa call for paper yang akan melahirkan sebuah edisi. Dan, edisi tersebut menjadi pengantar bagi sebuah temuan awal dari tema yang ditampilkan. Namun edisi tersebut belum akan ditutup, dan akan terus dibuka untuk mencari cara pandang lain mengenai permasalahan dalam tema tersebut.