Edisi 04|2011

821 Views |  Like

e-magazine arsitektur ruang hadir kembali. Ini merupakan edisi pertama ruang di tahun 2011. Sepanjang tahun 2011, ruang akan hadir dengan tema arsitektur, ruang publik dan metropolis asia. Sebagai pembuka di tahun 2011, ruang hadir dengan tema “Karya Arsitek Indonesia di Luar Negeri”.

.

.

Pada edisi 04|2011 kali ini, ruang menyajikan beberapa manifesto, karya, discovery, kontribusi, dan eksploitasi arsitek-arsitek Indonesia di luar negeri. Para arsitek Indonesia membawa nilai-nilai sendiri dalam berarsitektur di luar negeri. Menjadi menarik untuk mengetahui apa yang terjadi dengan karya mereka, proses arsitektur mereka, dan lingkungan mereka.

Beberapa arsitek Indonesia yang berpengalaman dalam berarsitektur di luar negeri, seperti Maulana Murdan (di US), Surjanto (di US), dan Karolina Astaman (di Singapura) berbagi pengalaman di ruang edisi ini. Nikmati pengalaman dan pembelajaran yang didapat arsitek Realrich (DOT Workshop), Daliana Suryawinata (SHAU) dan Tiyok Prasetyoadi (PDW) dari berarsitektur di luar negeri. Nikmati pula perbincangan dengan arsitek Eko Prawoto dan Berry Natalegawa dalam berarsitektur di luar negeri. dan masih banyak lagi.

ruang 4 - karya arsitek Indonesia di luar negeri

Selamat menikmati ruang melalui sharing media (scribd, slideshare, issuu) atau mengklik link berikut untuk mengunduhnya: e-magazine atau dengan membaca artikel satu per satu pada web ini.

Yuk, mengenal arsitektur dengan membacaruang.
Salam ruang

admin
Ruang adalah sebuah majalah online bertema arsitektur, kota, dan lingkungan binaan, beserta segala permasalahannya. Kami tertarik dengan cara pandang yang beragam dalam melihat sebuah tema; karenanya, kami mengambil sebuah posisi yang objektif dengan memberikan kesempatan kepada setiap pandangan untuk menyuarakan argumennya. Tidak ada benar dan salah dalam berpendapat, yang ada hanya argumen yang lebih berdasar. Kami percaya bahwa konsensus bukanlah sebuah tujuan. Karenanya kami berupaya agar setiap edisi diwarnai oleh beragam kontributor: praktisi, akademisi, pengamat, penikmat, pengguna, patron maupun kritikus dari berbagai disiplin ilmu.

Ruang tidak mencari solusi terhadap sebuah permasalahan yang diangkat dalam setiap tema. Bagi kami, untuk saat ini merupa pertanyaan yang baik dan tepat lebih diperlukan daripada terburu-buru mengambil solusi. Maka, setiap edisi akan dibuka oleh sebuah pertanyaan berupa call for paper yang akan melahirkan sebuah edisi. Dan, edisi tersebut menjadi pengantar bagi sebuah temuan awal dari tema yang ditampilkan. Namun edisi tersebut belum akan ditutup, dan akan terus dibuka untuk mencari cara pandang lain mengenai permasalahan dalam tema tersebut.