Bare Minimalist

2356 Views |  1

Tampak muka (foto: Eric Dinardi -Bacteria photography)

Bare Minimalist adalah satu buah karya arsitektur yang selesai di akhir tahun 2012. Intensi desain yang diri ini pikirkan pada awal perencanaan rumah ini sangat sederhana yakni adalah membuat desain satu rumah tropis, yang berbeda dengan rumah subtropis, karena sudut matahari yang diciptakannya, sirkulasi udara yang dibutuhkannya, dan kelembapan yang terjadi di dalamnya, sekitar 85% yang berbeda dengan Negara sub tropis yakni sekitar 55 %.  Pada waktu awal perencanaan saya berpikir bentuk bangunan akan sangat sederhana, kotak dengan kanopi tanaman rambat sebagai transisi antara bentuk yang tegas dan intensinya untuk menghargai alam. Kotak tersebut memiliki lubang – lubang, tempat cahaya masuk sesuai dengan privasi ruang di belakangnya, dan dimana angin masuk untuk menurunkan kelembapan yang ada. Ini adalah versi yang terakomodasi untuk iklim tropis dari Villa Savoye.

Cerobong angin diletakkan di tengah – tengah rumah sebagai pusat utama dengan tinggi ruangan 3 lantai, setinggi 10 meter dengan sirkulasi di sekeliling lantai dasar, lantai 1 dan lantai 2 yang merupakan roof garden. Cerobong ini digunakan untuk merespon air stacking effect dibantu dengan sirkulasi udara silang yang membelah di sisi utara, selatan, dan timur. Sistem air stacking effect ini menjadi satu titik perenungan desain dengan bentuk yang simple grid 2m x 2m.

Cerobong (foto: Eric Dinardi -Bacteria photography)

Cerobong (foto: Eric Dinardi -Bacteria photography)

Grid yang dipakai menyesuaikan dengan fungsi ruang dan bentuk tanah yang ditempati, 8 x 24. Dimana bentuk tanah memanjang ke belakang menghadap ke sisi selatan, dimana massa bangunan diletakkan menutup diri dari sisi barat  dan membuka dirinya ke sisi utara, selatan, dan timur. Sistem separasi solid void dilakukan dari daerah depan publik ke daerah privat  kemudian daerah servis dibelakangnya dengan Grid kelipatan 3 m, dengan jarak 2 m ke sisi timur untuk daerah service. Bangunan sebesar 11.5 x 6 m dipecah dengan grid 2 meter, 3 meter, 6.5 meter, dan 6 meter. Dalam grid 2 meter ini angin masuk dalam sirkulasi udara, dan di 3 sisi utara barat dan timur cahaya matahari masuk ke dalam ruang.

Satu ruang keluarga yang besar untuk Charles dan Irene direncanakan untuk menyatukan fungsi ruang duduk, ruang makan, dan dapur. Permasalahan yang menuntut untuk dipecahkan sangat sederhana yaitu menyelesaikan rumah ini dengan batasan biaya, kecepatan waktu secepat mungkin, dan inovasi desain yang dilakukan. Sistem utilitas yang digunakan memecahkan ketersediaan air bersih dengan filtrasi air yang menyaring dari air tanah, dan pengkondisian udara, penyediaan airpanas yang terintegrasi dengan sistem HVAC yang didesain oleh John Budi sebagai perencana. Sistem shaft diletakkan di sisi Barat untuk menahan eksposure dari matahari di grid 2 meter.

Ekspresi beton, GRC  600 x 1200 mm unfinished yang dibawakannya, siluet ruang yang natural, membawa satu kesan yang bare, kejujuran, dalam inovasi fungsi ruang, fungsi bukaan yang dibawakannya.

Credit : 

Owner : Charles Wiriawan, Irene
Architect : Realrich Sjarief – RAW
Team : Bismo Prakoso, Anastasia Widyaningsih, Lia Kurnia Dewi, Silvanus Prima
General Contractor : DOT Workshop
Structural Engineer : Anwar Susanto – PT. Cipta Sukses
Photographer : Eric Dinardi – Bacteria photography

Realrich Sjarief
Arsitek, sekaligus suami dari dokter gigi Laurensia Yudith adalah Principal Architect di > O + Workshop dan RAW architecture Pernah berkerja untuk Lord Norman Foster di London. Karyanya untuk Charles dan Irene, Bare Minimalist mendapatkan finalis IAI Award Jakarta 2012. Selain itu di-samping berpraktek sebagai arsitek, ia aktif sebagai dosen mengajar di Universitas Pelita Harapan.