Arsitektur Kontemporer di China

1624 Views |  Like

Selama beberapa dekade terakhir ini, China mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat hebat. Dalam kaitannya dengan dunia arsitektur, negri ini memberikan kesempatan besar bagi arsitek-arsitek internasional untuk berkontribusi dalam perkembangan arsitektur kontemporer. Perkembangan ini tidak hanya didasari oleh besarnya populasi dan densitas kota-kota besar di China, tapi juga keinginan untuk menciptakan kota-kota baru dengan segala infrastrukturnya.

Berangkat dari sejarah peradaban yang panjang, negri ini mencoba untuk berkompetisi dengan kota-kota besar lainnya didunia. China bertekad untuk menciptakan sebuah negara sosialis yang modern, membuka lahan-lahan baru disetiap pelosok-pelosok, cutting-edge design, penggunaan teknologi mutakhir dalam konstruksi, dengan maksud untuk meng-outdazzle negara-negara barat.

Dari sisi lain negri ini juga tengah meraba-raba dalam mencari identitas nasional dalam arsitektur; keinginan untuk menciptakan iconography yang sama sekali baru tanpa meninggalkan sejarah budaya setempat. Hal ini yang mendorong para arsitek untuk mempelajari sejarah peradaban & tradisi China, dan mencoba untuk menafsirkan kembali dalam kaidah-kaidah modern.

Selama lebih dari 15 tahun berkarir, saya mendapat kesempatan untuk ikut berekspresi dan bereksperimentasi dalam merancang bangunan-bangunan di China. Banyak sekali hal-hal yang menarik dalam proses pengambilan keputusan dalam perencanaan & perancangan suatu proyek. Selain dari keinginan untuk menciptakan preseden-preseden terkini dalam suatu rancangan, mereka juga mendorong kami untuk menggunakan inovasi dan teknologi yang sama sekali baru dalam struktur dan konstruksi. Pengalaman-pengalaman ini memberikan suatu proses pembelajaran yang sangat berharga bagi saya, dalam memahami dan memperluas khasanah dan pengetahuan dalam dunia arsitektur, khususnya dalam merancang high-performance building.

Berikut adalah beberapa karya saya selama berkarir di Skidmore, Owings & Merrill, LLP (Hongkong & San Francisco):

JINLING TOWER, Nanjing, China

Tampilan sculptural dari Menara Jinling mencoba mengartikulasikan sistem struktur bangunan, yang juga menghasilkan bentukan yang sangat unik dalam mendefinisikan kembali skyline kota Nanjing. Lantai bawah digunakan sebagai ruang kantor, bagian tengah menara menampung unit apartemen high-end. Bagian atas bangunan, dengan bentukan lantai kembali menjadi square, dipergunakan untuk hotel bintang enam. Pada interior kamar hotel, permainan cahaya masuk melalui kombinasi desain lapisan kaca dan lipatan torque fasad.

Jinling Tower

Diselimuti diagonal-mesh tubular frame dan central core wall, menara ini dilengkapi sistem perlindungan seismic yang tinggi. Tubular frame, salah satu sistem struktur yang efektif untuk bangunan tinggi, mampu menahan beban lateral dengan masing-masing bagian struktur menghasilkan limited bending. Dengan mengandalkan sistem struktur ”mesh-tube”, menara ini memanfaatkan grid diagonal pada bagian struktural. Hal ini menghasilkan daya efisiensi maksimal, yang juga menciptakan bukaan untuk efektifitas dalam sistem konstruksi.

Dengan sistem transportasi vertikal yang memberikan akses langsung dari lantai lobi, lantai atas menara menyediakan tempat untuk observation deck, restoran dan club. Susunan fasilitas pendukung dan mekanik menara diletakkan diatas fasilitas observation deck sebagai mahkota menara dan juga penyedia cahaya untuk atrium hotel pada siang hari.
Proyek ini telah memenangkan San Francisco AIA’s Unbuilt Design Award dan Venice Biennale’s Metamorph Award pada tahun 2004.

SHENZHEN STOCK EXCHANGE, Shenzhen, China
(International Competition Entry)

Programming ruang pada Shenzhen Stock Exchange dirancang sebagai alat untuk mengembangkan kepercayaan pasar dan investor. Hal tersebut dapat dilihat pada lapisan bangunan yang memisahkan trading floor dari publik; tiga eksterior bangunan yang saling terhubung dan interior memiliki layar tampilan, menampilkan scrolling transaksi terkini, data ekonomi, tickers dan berita.

SHENZHEN STOCK EXCHANGE

Dengan menggunakan sistem structural lattice pada eksterior, ruangan interior cenderung terbuka dan terang. Dengan tingkat visibilitas yang tinggi, rancangan Stock Exchange hadir untuk menunjukkan konsistensinya sebagai mesin ekonomi yang juga menjadi ruang publik. Sistem kisi-kisi struktural (structural lattice) memberikan solusi kinerja tinggi dalam merespon isu angin, seismik dan kekuatan ledakan. Bentuk bangunan secara keseluruhan didefinisikan oleh ruang publik yang saling berhubungan, termasuk courtyard tengah yang impresif. Courtyard ini menghasilkan perlindungan dari terik matahari kota Shenzhen saat musim panas, dan konfigurasi ruangnya memanfaatkan akselerasi angin yang menghasilkan kenyaman termal dengan chimney effect . Kisi struktural juga berfungsi sebagai tabir surya yang meredakan beban termal, sedangkan ventilasi alami digunakan untuk mendinginkan interior bangunan. Proyek ini telah memenangkan San Francisco AIA’s Unbuilt Design Award pada tahun 2007.

Berikut adalah beberapa karya saya selama berkarir di Woods Bagot San Francisco

HANGZHOU EASTERN CITY CENTER, Hangzhou, China

HANGZHOU EASTERN CITY CENTER

Proyek ini mencoba mengeksplorasi potensi fisik diantara Eastern Station Traffic Hub dan Eastern City Square di kota Hangzhou, dengan menciptakan desain unik dan adaptif yang dapat mengintegrasikan satu sama lain. Rencana induk yang dihasilkan adalah distrik mixed-use yang dinamis yang diekspresikan melalui bentuk-bentuk bangunan yang fluid. Interchange antara taman, plaza publik dan lingkungan menghasilkan sebuah lanskap ruang hijau yang harmonis dengan arsitektur.

Dengan “menjalin” program-program retail sepanjang site, tercipta konektivitas antar wilayah yang juga menghidupkan vitalitas daerah tersebut. Stasiun kereta api dan elevated platform mengaktifkan sirkulasi vertikal dan menaikkan value untuk setiap kedatangan di Hangzhou Eastern City Center.

JINYANG MASTERPLAN, Guiyang, Guizhou, China

Melalui parameter dari master plan CBD Jinyang, kami mendesain ulang proyek ini untuk memaksimalkan nilai tanah setempat, menghasilkan keterpaduan, menciptakan identitas dan meminimalkan dampak terhadap bangunan-bangunan yang sedang terbangun.

JINYANG MASTERPLAN

Proyek ini direncanakan sebagai kawasan lingkungan yang terhubung dengan arteri pusat dan secondary loop; empat menara ditengah master plan menjadi titik sentral, memberikan critical mass dalam mendukung aspirasinya untuk terus berkembang. Kegiatan pejalan kaki diaktifkan di wilayah publik dan difasilitasi melalui edges jalan yang kuat; memberikan keseimbangan yang harmonis antara program mixed-use dan ruang hijau. “Jalur Hijau” utama menciptakan koneksi horisontal yang menghubungkan proyek ini dengan area sekitarnya. Green Fingers memperkuat hubungan ini pada distrik utara dan selatan.

CHONGQING TOWER, Chongqing, China

Menara ini akan berdiri sebagai mercusuar bagi Kota Chongqing. Bangunan mixed-use setinggi 300 meter ini terdiri atas 50.000 meter persegi ruang kantor pada lantai bawah dan 54.000 meter persegi ruang untuk apartemen pada bagian di atas, sebuah ritel dan hotel butik yang menghadap Sungai Yangste.

CHONGQING TOWER

Terletak di lokasi yang sangat utama, menara ini menjadi gerbang ke Master Plan dengan menghadirkan bentukan yang menjulang di titik pertemuan antara Sungai Yangtse dan Sungai Jia Ling. Untuk menunjang pengembangan wilayah tersebut, menara ini akan menjadi katalisator visual untuk sebuah distrik baru pada CBD Chongqing. Pengembangan kawasan waterfront ini pada akhirnya akan menyempurnakan perencanaan pembangunan CBD tersebut, dan juga terkombinasikan dengan : Old City Center, New City dan Performing Arts Center Development.

Maulana Murdan
As an Senior Associate at Woods Bagot’s San Francisco studio, Maulana Murdan brings with him over fifteen years of international experience in large, mixed use projects. His architectural career has given him the opportunity to design projects across the globe, with extensive experience in Singapore, where he lived and worked for seven years. He has also worked on projects in Indonesia, Malaysia, India, China and the Middle East.
His understanding of architecture and design on an international scale has shaped Maulana’s belief that the actual design process is the most critical aspect in creating high performance, sustainable design.
Previously he was involved with the design team for Jinling Tower, in Nanjing, China, which won both the San Francisco AIA’s Unbuilt Design Award and Venice Biennale’s Metamorph Award in 2004. The Shenzhen Stock Exchange Competition, for which he was the design team leader, won the 2007 AIA San Francisco Unbuilt Design Award.