angan-angan-arsitektur-B

bekerja sama dengan RUANG

mempersembahkan

Angan-Angan Arsitektur #1:

“Arsitektur itu begitu indah”

Januari 2015, Ruang dan Omah meluncurkan Call for Project (CFP) kompetisi Angan-angan Arsitektur (AAA). Pada saat itu, kami berniat membuka sebuah harapan terhadap angan-angan “liar” yang terpendam, walau sederhana dan sekecil apapun, namun berpotensi besar. Kami membuka pertanyaan dengan pernyataan lugas dan optimis namun abstrak, “arsitektur itu begitu indah.” Empat bulan setelahnya, enam belas peserta yang berkomposisi atas (calon) arsitek muda dan mahasiswa arsitektur kembali dengan berbagai interpretasi dan tanggapan mereka terhadap pernyataan tersebut. Tidak banyak memang, namun bervariasi dan menyenangkan. Dari karya-karya tersebut, kami pilih sepuluh yang unik sehingga masing-masing memberi warna terhadap yang lain.

Die Tia Begin keluar sebagai pemenang utama.
Karyanya “sederhana, menyenangkan, dan membumi” dan menjadi “solusi akupuntur untuk kota yang sakit.

©Dietia B. Sitanggang

Angan-angan arsitektur ini adalah lilin. Lilin yang dinyalakan untuk menghargai pentingnya sisi kejeniusan kanak-kanak kita.
Kompetisi angan-angan arsitektur menjadi harapan bagi kita semua. Segala satir dan kesedihan yang menjadi refleksi titik tolak menuju
sebuah tujuan ataupun angan-angan sebagai kebahagiaan dan harapan hati kecil yang menunjukkan arsitektur itu begitu indah,
walau hanya dalam angan-angan. Kemudian realitas angan-angan tersebut pun dapat datang tanpa disangka.

Unduh ruang edisi khusus Angan-angan Arsitektur 1: “Arsitektur itu Begitu Indah” pdf (15 MB)

Pertanyaan dan saran lebih lanjut dapat dikirimkan ke: akudanruang@yahoo.com

Kolaborasi ini disponsori oleh tim mahasiswa berbakat dari UPH yang memenangkan juara ke-2 kompetisi terbuka Sinarmas untuk kategori master plan dengan Ketua tim: Evan Kriswandi dengan anggota tim Gideon Sutanto, Morris Nugroho, dan Maria Valencia. Sebagai doa untuk mereka agar lebih maju dalam menggapai angan-angan mereka.