Mari Membaca Ruang

Arsitektur bermula dari sebuah ruang.

Ruang membentuk individu; individu membentuk masyarakat; dan masyarakat membentuk ruang.
Seolah siklus, yang tak berujung dan tak bermula; seperti kisah telur dan ayam.
Ruang dibentuk oleh individu-individu kemudian merupa individu-individu itu sendiri.
Kita, manusia, dicipta oleh ruang; dan kita, manusia, mencipta ruang.

Ruang adalah saya dan kamu. Ruang adalah kita.
Kita membentuk ruang; ruang berusaha menawarkan cara pandang kepada masyarakat yang nantinya akan kembali akan merupa diri kita sendiri.
Ruang adalah keterkaitan, jaringan dan semangat kita – yang hidup dan dihidupkan oleh kontribusi kita.
Ruang menawarkan kacamata dalam melihat arsitektur dan berusaha memasyarakatkannya.

Mari meresapi kreativitas tanpa batas.

Editor Ruang

Giri Narasoma S.

Giri Narasoma Suhardi

Alumni arsitektur ITB angkatan 2002 yang mengenyam pendidikan magister di London, UK.
Sebelumnya, sempat bekerja di salah satu biro konsultan arsitektur di Jakarta dan salah satu Bank Swasta Nasional.

ivan

 Ivan Nasution

Setelah lulus dari arsitektur ITB, kemudian bekerja di Park+Associates Architect.
Telah menyelesaikan riset di Berlage Institute Rotterdam pada tahun 2011.
Saat ini menjadi research assistant di Centre for Sustainable Asian Cities, NUS.

yusni

M. Yusni Aziz

Alumnus dari double-degree bachelor program kerjasama antara ITS dan Saxion Hogeschool of Applied Sciences.
Kemudian menyelesaikan riset di Berlage Institute pada tahun 2013.
Saat ini sedang sibuk dengan riset independen.

rofianisa

Rofianisa Nurdin

Menjadi sarjana Arsitektur ITB pada tahun 2012.
Menggemari literasi dan arsitektur, dan diam-diam berkhayal ingin mengambil kuliah filologi.
Salah satu penggagas Vidour pada tahun 2011 dan saat ini bekerja sebagai architectural designer di RAW Architecture Pte. Ltd., Jakarta.
Tulisan-tulisan lainnya seputar arsitektur kota bisa ditemukan di jongarsitek.com, rujak.org, juga betterciti.es.

akudanruang@yahoo.com